• Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi Pengelola PKBM dan Tutornya

    Pada umumnya topik peningkatan Kurikulum 2013 ialah membuahkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif serta afektif baik dengan sikap spiritual serta sosial. Perolehan perwujudan topik ini ditempuh lewat penguatan sikap, ketrampilan serta pengetahuan yang di uraikan dalam Kompetensi Pokok (KI) serta Kompetensi Basic (KD). 

    Demikian dikatakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, yang mewakili Badru Salam, S.Pd dalam acara Publikasi Kurikulum 2013 Buat tutor pendidikan kesetaraan yang dikerjakan sehari penu Sabtu, 28 Juli 2018 di PKBM Himata Kecamatan Sindang Jaya -Tangerang. 

     

    Pendidikan Kesetaraan menurut dia menjadi sisi dari Kurikulum 2013 mempunyai peranan yang begitu penting terkait dengan pendidikan ciri-ciri menjadi maksudnya. Jadi Pendidikan Kesetaraan mengumpulkan kompetensi pengetahuan, skema nilai serta kompetensi keterampilan yang diaktualisasikan dalam sikap/watak kepribadian yang Islami. 

     

    Pada Kurikulum 2013 ini pekerjaan tutor untuk bikin administrasi mengajar cukuplah mudah sebab silabus serta tanda telah disediakan dari Pusat, jadi tutor tinggal mengembangkannya dalam RPP. Karena itu, tutor sebaiknya mempersiapkan sebaik-baiknya semua piranti evaluasi, materi serta yang lain, termasuk juga pola pikir (skema berpikirnya) sebab masyarakat belajar mesti lebih pro aktif serta kreatif dalam mengkaji evaluasi. 

     

    Baca : cara bayar pajak bos online

     

    Perihal seirama pun diutarakan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Ahmad Saepi Sobur, M.Si yang mengemukakan jika segi yang lebih diutamakan pada 2013 ini ialah pada ranah afektif yakni masyarakat belajar terlatih berlaku serta melakukan perbuatan sesuai dengan nilai yang diinginkan kurikulum. Jadi diperlukan usaha keras tutor dari mulai keteladanan, pengawasan sampai pelajari yang dikerjakan. 

     

    Penilaian hasil belajar juga berbentuk penilaian berbasiskan kompetensi yang mengutamakan penilaian otentik (mengukur kompetensi sikap, keterampilan serta pengetahuan berdasar pada proses serta hasil) serta pemakaian portofolio yang dibikin masyarakat belajar menjadi instrumen penting penilaian. 

     

    Mengenai yang butuh dilihat dalam kurikulum 2013 ini diantaranya jika materi evaluasi berbasiskan pada bukti atau kejadian yang bisa diterangkan dengan nalar atau penalaran spesifik, keterangan tutor, tanggapan masyarakat belajar, serta hubungan mendidik tutor-warga belajar terlepas dari prasangka yang langsung, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyelimpang dari jalur berfikir rasional, Menggerakkan serta memberikan inspirasi masyarakat belajar berfikir dengan gawat, analistis, serta pas dalam mengidentifikasi, mengerti, pecahkan permasalahan, serta mengimplementasikan materi evaluasi, menggerakkan serta memberikan inspirasi masyarakat belajar dapat berfikir hipotetik dalam lihat ketidaksamaan, persamaan, serta tautan keduanya dari materi evaluasi. dan Arah evaluasi dirumuskan dengan simpel serta jelas, akan tetapi menarik skema penyajiannya. 

     

    Sesudah sah dibuka, acara Publikasi Kurikulum 2013 buat tutor dikerjakan satu didatangi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Bagian PAUD serta Dikmas Kab. Tangerang Badru Salam (Staf Pelaksana), Dewan Pendidikan Kab. Tangerang Ahmad Saepi Sobur, Ketua Komunitas PKBM Ade Kuswahyudi, Ketua Komunitas Tutor Muhamad Ardani, dan peserta Publikasi Kurilulum 2013 yg dibarengi oleh 23 peserta, yaitu Pengelola PKBM dan Tutor PKBM di kabupaten tangerang. 

     

    Baca Juga : hakikat rpp kurikulum 2013

     

    Mengenai pematerinya ialah Pengelola PKBM Himata yang telah di Bintek Kursus Calon Pelatih Pendidikan Kesetaraan di Pontianak tingkat Nasional, Madsoni,S.Pd sebagai Ketua Moli Chapter Tangerang yang mengemukakan materi mengenai Design Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan serta Perancangan Evaluasi Pendidikan Kesetaraan. 

     

    Pergantian dari Kurikulum 2006 (KTSP) ke Kurikulum 2013 ini ialah pergantian proses evaluasi, dari skema evaluasi ala bank, yakni tutor menulis di papan catat serta masyarakat belajar mencatat di buku dan tutor menjelaskan sedang masyarakat belajar dengarkan, jadi proses evaluasi yang lebih memprioritaskan masyarakat belajar lakukan penilaian, menanyakan, mengeksplorasi, coba, serta mengekspresikannya. 

     

    Proses evaluasi yang menggerakkan masyarakat belajar untuk aktif itu cuma mungkin terwujud jika pola pikir tutor sudah beralih. Mereka tak akan mempunyai pemikiran jika mengajar mesti di kelas serta menghadap ke papan catat. Mengajar dapat dikerjakan di perpustakaan, kebun, tanah lega, atau di sungai. Alat evaluasi juga tidak mesti buku, alat peraga, atau computer. 

     

    Tanam-tanaman serta pohon di kebun, sungai, serta sejenisnya dapat juga jadi alat evaluasi. Sebab telah berpuluh tahun mengajar, merubah pola pikir tutor, bukan masalah mudah. Kemdikbud butuh kerja tambahan untuk betul-betul menyosialisasikan Kurikulum 2013 serta lakukan training ke lembaga-lembaga pendidikan kesetaraan yang sudah siap menerapkan Kurikulum 2013. 


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: