• Bagaimana Nasib Mobil Pabrikan Korsel

    Mobil asal Korea Selatan jadi sisi dari riwayat Indonesia. 

     

    Dua mobil yg sempat disebut yaitu mobil nasional yaitu Timor serta Bimantara berbasiskan mode asal Negeri Ginseng itu. 

     

    Basis mode Timor S515/S516 ialah Kia Sephia, serta Bimantara Cakra ialah Hyundai Accent. 

     

    Sekarang, nampaknya usaha dari mobil asal Korea Selatan di Indonesia tengah hadapi kendala yg cukuplah berat. Selama Semester I-2018, penjualan Kia cuma terdaftar 122 unit serta Hyundai 671 unit. 

     

    Banyaknya yg jauh dibawah pabrikan Jepang. Bahkan juga, Wuling asal China sanggup membuat penjualan sampai 8. 120 unit. 

     

    Komisaris PT Hyundai Motor Indonesia, Jongkie D. Sugiarto, sempat menuturkan kalau daya saing Hyundai terbentur sebab prinsipal di Korsel belum pula ingin berinvestasi besar-besaran seperti pabrikan China yg menancapkan modal sampai US$ 700 juta di Indonesia untuk pabrik memiliki besar. 

     

    Untuk paham bagaimana usaha Hyundai di pasar nasional serta keadaan industri otomotif di Indonesia, CNBC Indonesia wawancarai Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia, Mukiat Sutikno. 

     

    Hyundai telah berada pada Indonesia semenjak beberapa tahun terus, tapi mengapa prinsipal Hyundai di Korsel tidak ingin investasi besar-besaran untuk pabrik, seperti Wuling serta DFSK asal China? 

     

    Waktu ini mereka tengah mendalami harmonisasi tarif. Sebab, ada usaha pemerintah ingin ketujuan ke Euro 4, merubah tarif Pajak Penjualan Barang Elegan (PPnBM) dengan carbon emission tax, serta terdapatnya keharusan B20. 

     

    Ini sebetulnya bagus buat prinsipal seperti Hyundai, sebab [untuk pasar] di Eropa mesin Hyundai telah kian lebih efektif. Di pasar Eropa, mesin dengan emisi karbon tinggi itu dikandangin atau pajaknya hilang ingatan. 

     

    Waktu ini kami miliki pabrik di Pondok Ungu, Bekasi. Yg dibuat di pabrik itu mode H-1. Di-export ikut sebagian besar 97% ke Thailand. Kecuali H-1 semua masih tetap dihadirkan CBU [completely built-up/import utuh] beberapa. Akan tetapi, kita tengah studi satu unit baru untuk CKD [dirakit di negeri]. 

     

    Bos Hyundai Bab Suku Cadang Sisa Tabrakan serta Pabrik BaruFoto : CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto 

     

    Apakah selesai ada kejelasan berkenaan ketentuan baru itu akan ada prinsip Hyundai untuk berinvestasi lebih? 

     

    Jadi, Hyundai tengan mendalami akan tetapi kita ikut selalu berikan up-date info terkini berkaitan peraturan dan seterusnya biar berikan mereka confidence yg lebih baik kembali untuk market Indonesia. 

     

    Menurut saya itu, metode perpajakan mesti dibenahi. Serta kalaupun kita ingin masuk menuju electric vehicle, infrastruktur seperti charging station serta sampah baterei mesti dipikirkan. 

     

    Apakah pertimbangan dari segi usaha dalam tingkatkan kemampuan pabrik? 

     

    Pokoknya, [pabrik itu ada] kecuali untuk pasar domestik kita mesti export. Hyundai sebetulnya tenar dari dahulu sedannya, hanya di Indonesia sedan kan kondisinya demikian, pasar lebih sukai MPV, SUV. 

     

    Baca : mobil sedan timor

     

    Bener-bener telah pembawaan kita ya, pembawaan konsumennya memang lebih kesitu. 

     

    Sedan itu hujan dikit, terendam dikit, mikir juga. Kalaupun MPV, SUV sebab tambah tinggi juga. Concern-nya bisa pula kalaupun sedan perawatannya mahal, plus ikut sebab demand-nya kecil. Pastinya sedan merk apa pun, resale value-nya buruk. 

     

    Barusan Bapak jelaskan Hyundai sendiri masih tetap ada pertimbangan untuk produksi CKD tambah banyak di tempat ini? 

     

    Kita masih tetap ada satu type kembali yg kita tengah studi, kalaupun lewat cara harga CKD-nya dan seterusnya masuk, kita akan pikirkanlah. Tipenya lebih ke SUV, ya kita kembali lihat lah. Sebab kita ada sejumlah SUV. 

     

    Bagaimana dengan aftersales seperti suku cadang? 

     

    Kita tdk ada yg indent. Parts fill rate (kesigapan penuhi keinginan suku cadang dari kastemer) kita 97%, kemungkinan kecil bisa pula 100%. Diatas 92% itu telah begitu bagus. 

     

    Sejauh ini ada sejumlah parts yg kita telah lokalkan, ada sekian banyak yang kita masih tetap import. Tetapi persediaan kita benar-benar siap dengan 97%. 

     

    Yg dapat kita berbagi ke konsumen ialah mereka mesti waspada pada asuransi. 

     

    Mengapa itu Pak? 

     

    Sangat banyak ATPM, bukan cuma Hyundai protes kalau asuransi senantiasa katakan spareparts kembali tidak ada. Asuransi seringkali mencari sisa accident part atau second quality part sebab ia tidak ingin beli yg asli. 

     

    Salah satunya konsumen kami, merk bus miliki armada Hyundai, ia e-mail ke saya 

     

    " Saya sedih kok hampir 2 bulan parts yg dipesan tidak ada " . 

     

    Saya bertanya balik serta saya crosscheck ke sisi spare parts saya, serta nyata-nyatanya ada tetapi tidak sempat ada yg nanya. Saya informasikan ke konsumen saya. Pada akhirnya ia marah-marah ke asuransi. 

     

    Asuransi kan coba mencari yg paling murah. Hingga seharusnya konsumen cek langsung ke bengkel, jangan sampai ke asuransi. Ini butuh edukasi 

     

    Kalaupun untuk prospek ke depan, akankah Hyundai tahan lama di pasar Indonesia? sangat percaya pasarnya berkembang? 

    Semenjak 2013 pasar otomotif kita sendiri dapat disebutkan stagnan. Itupun telah dibantu dengan LCGC yg peran penjualan 23-25%. Dalam kata beda, tiada LCGC dapat drop. Tetapi apa sebab permintaan otomotifnya turun? Tidak ikut, lebih krn keadaan ekonomi global yg kembali buruk sekali. 

     

    Apakah yg didambakan aktor industri otomotif? 

    Kita mengharapkan, once ekonomi telah jauh lebih baik, penetrasi kendaraan Indonesia baru 8, 9% dari populasi. Dari 261 juta masyarakat kita, cuma ada 89 kendaraan per 1. 000 orang. Malaysia kurang lebih 44%, dengan masyarakat cuma 28 juta manusia. Jadi 4 dari 10 orang telah miliki mobil. 

    Thailand kurang lebih telah 23%, dengan 68 juta manusia. China penjualan mobilnya hingga 28 juta per tahun, dengan 24 juta passenger serta 4 juta komersial. AS penjualannya 17-18 juta unit per tahun. 

     

    Bermakna kesempatan Indonesia masih tetap besar untuk penetrasi mobil per individu? 

    Kesempatan kita sebetulnya besar sekali. Serta kita tidak dapat jelaskan penjualan mobil ini membuat macet. Menurut saya, dengan ekonomi lebih baik, dari motor kita pingin berpindah miliki mobil. Jepang penjualannya 4-5 juta unit/tahun. Tidak ada permasalahan. Mereka lebih sukai gunakan subway, tetapi weekend ia sewa mobil dengan keluarganya. Saya pikir public transport serta penjualan kendaraan dapat sama sama lengkapi, ini praktik wajar di negara maju. Kita harap pemerintah, kelak waktu ada LRT dan seterusnya, fasilitas public parking diperbanyak. Sebab waktu telah bagus, penduduk pastinya perlu. Jadi ya ekonomi saja yg masih tetap stagnan.


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: